Showing posts with label Bahasa Indonesia (Karya Tulis Ilmiah). Show all posts
Showing posts with label Bahasa Indonesia (Karya Tulis Ilmiah). Show all posts

Sunday, November 12, 2017

PENULISAN KARYA TULIS ILMIAH

Peduli Sosial &
Lingkungan
Peduli sosial merupakan sikap dan tindakan yang selalu ingin memberi bantuan pada orang lain dan masyarakat yang membutuhkan. Sedangkan, peduli lingkungan merupakan sikap dan tindakan yang selalu berupayah mencegah kerusakan pada lingkungan alam di sekitarnya dan mengembangkan upaya-upaya untuk memperbaiki kerusakan alam yang terjadi. Kedua sikap tersebut merupakan sikap mulia yang dibutuhkan sekarang ini mengingat kondisi masyarakat dan lingkungan indonesia yang semakin terpuruk atau semakin kritis akibat ulah manusia itu sendiri. Mari kita menunjuk diri sendiri sebagai duta peduli sosial dan peduli lingkungan untuk memberantas moral dan keterpurukan bangsa dan lingkungan di negara kita tercinta Indonesia

PENULISAN KARYA TULIS ILMIAH (KTI)
A.   Karya Ilmiah
Pateda (1993:91) memberikan catatan bahwa karya ilmiah merupakan hasil pemikiran ilmiah pada suatu disiplin ilmu tertentu yang disusun secara sistematis, ilmiah, logis, benar, bertanggung jawab, dan menggunakan bahasa yang baik dan benar. Dengan demikian, dapat diaktakan bahwa dalam penulisan karya ilmiah, karya yang dihasilkan baik secara teknis maupun materi harus dapat dipertanggungjawabkan karena hasil karya ilmiah akan dibaca oleh khalayak dan akan dipelajari oleh orang lain dalam kurung waktu tidak terbatas sebagai pengembangaan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni.
Karya ilmiah biasanya mempunyai spesifikasi bentuk. Ada tiga aspek yang harus dalam karya ilmiah, yaitu (1) ontology, yang berkaitan dengan objek penelitian (2) epistimologi, berkaitan dengan metode yang digunakan (3) aksiologi, berkaitan dengan aspek manfaat.
Karya ilmiah dihasilkan dengan pemikiran sistematis, disusun dalam satu urutan yang teratur, sehingga pembaca mudah memahami hasil tulisan tersebut. Hasil tulisan harus disusun pula secara logis dan benar. Oleh karena itu, seseorang penulis karya ilmiah harus memiliki landasan teori yang kuat. Landasan teori yang kuat akan dapat memberikan tampilan karya ilmiah yang tidak menyimpang dari suatu disiplin tertentu sehingga dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.
Kaidah karya ilmiah mengutip pendapat Nasucha, dkk (2009:54) mempunyai ciri-ciri: (1) penyebutan sumber tulisan yang jelas. Jika penyusunan karya ilmiah mengutip pendapat orang lain, maka sumber kutipan itu harus disebutkan dengan jelas dan lengkap (2) memenuhi kaidah penulisan yang berkaitan dengan kutip-mengutip, penulisan kata, frasa dan kalimat yang sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia yang baik dan benar.
Karya tulis ilmiah adalah tulisan yang disusun oleh orang atau sekelompok orang (tim) yang melakukan penelitian atau kajian. Karya ini mempunyai bertujuan menjelaskan secara akurat prosedur atau metode yang berlaku dan menyajikan hasil dan metode, hasil dan pembahasan, kesimpulan, serta daftar penelitian . Karya ini ditulis dengan format standard: abstrak, pendahuluan, dan bahan pustaka.
B.   Aspek-aspek Karya Ilmiah
Sebuah karya dikatakan ilmiah apabila dapat dipertanggungjawabkan dan memenuhi syarat keilmiahannya. Arti dipertanggungjwabkan dalam hal ini mengandung makna sangat dalam. Sebuah karya ilimah harus mengandung unsur-unsur kebenaran, kejujuran, keberterimaan dan kelogisan.
Ontology, epistimologi dan aksiologi adalah aspek-aspek karya ilmiah yang harus ada. Ontology mencakup tentang objek penelitian. Artinya sebuah karya ilmiah harus mempunyai objek kajian. Objek kajian yang dimaksud adalah objek yang dapat dicek kebenarannya oleh peneliti yang lain sehingga kebenarannya dapat dipertanggungjawabkan. Selain itu objek kajian yang dimaksud dalam ontologi haruslah real dan siapa pun dapat menganalisisnya.
Epistimologi berkaitan dengan metode. Sebuah karya diaktakan ilmiah apabilah menggunakan metode ilmiah yang tepat. Artinya kesalahan penggunaan metode akan membuat kebenaran sebuah penelitian dipertanyakan. Metode yang diterapkan dalam penelitian ilmiah harus disesuaikan dengan bidang kajian, sifat penelitian (deskriptif atau perskriptif), dan lain-lain.
Selain mengandung aspek antologi dan epistimologi, karya ilmiah harus mengandung aspek aksiologi. Aspek aksiologi berhubungan dengan manfaat. Sebuah karya ilmiah harus mengandung unsur manfaat. Manfaat yang dimaksud adalah manfaat secara teoritis maupun sumbangan bagi keilmuan. Sedangkan manfaat praktis adalah manfaat yang berkaitan dengan keberadaan karya tersebut dalam memperluas khazanah keilmuan dan pengetahuan serta kemaslahatan manusia baik sebagai pembaca, pengajar, anak didik, maupun masyarakat secara umum.
C. Ciri-ciri Karya Ilmiah 
Sebuah karya ilmiah yang ditulis oleh seseorang harus dapat dipertanggungjawabkan. Hal ini mengandung implikasi bahwa karya ilmiah harus menggunakan bahasa keilmuan yang khusus sesuai dengan bidangnya, agar apa yang dibahas dapat lebih terperinci dan mendalam. Ciri-ciri karya ilmiah yang dikutip dari Suriasumati (1999:184) antara lain

Semangat Kolaborasi Riset Membangun IKN Berbudaya: Desa Telemow Bersiap Menjadi Laboratorium Hidup Kearifan Lokal

  Penajam Paser Utara, 16 September 2024 – Gemuruh semangat pembangunan Ibu Kota Negara Nusantara di Kalimantan Timur bergema hingga ke pel...