Peduli Sosial &
Lingkungan
Peduli sosial merupakan sikap dan tindakan yang selalu ingin memberi
bantuan pada orang lain dan masyarakat yang membutuhkan. Sedangkan, peduli
lingkungan merupakan sikap dan tindakan yang selalu berupayah mencegah kerusakan
pada lingkungan alam di sekitarnya dan mengembangkan upaya-upaya untuk
memperbaiki kerusakan alam yang terjadi. Kedua sikap tersebut merupakan sikap
mulia yang dibutuhkan sekarang ini mengingat kondisi masyarakat dan lingkungan
indonesia yang semakin terpuruk atau semakin kritis akibat ulah manusia itu
sendiri. Mari kita menunjuk diri sendiri sebagai duta peduli sosial dan peduli
lingkungan untuk memberantas moral dan keterpurukan bangsa dan lingkungan di
negara kita tercinta Indonesia
PENULISAN KARYA TULIS
ILMIAH (KTI)
A. Karya Ilmiah
Pateda (1993:91) memberikan
catatan bahwa karya ilmiah merupakan hasil pemikiran ilmiah pada suatu disiplin
ilmu tertentu yang disusun secara sistematis, ilmiah, logis, benar, bertanggung
jawab, dan menggunakan bahasa yang baik dan benar. Dengan demikian, dapat diaktakan
bahwa dalam penulisan karya ilmiah, karya yang dihasilkan baik secara teknis
maupun materi harus dapat dipertanggungjawabkan karena hasil karya ilmiah akan
dibaca oleh khalayak dan akan dipelajari oleh orang lain dalam kurung waktu
tidak terbatas sebagai pengembangaan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni.
Karya ilmiah biasanya
mempunyai spesifikasi bentuk. Ada tiga aspek yang harus dalam karya ilmiah,
yaitu (1) ontology, yang berkaitan dengan objek penelitian (2) epistimologi,
berkaitan dengan metode yang digunakan (3) aksiologi, berkaitan dengan aspek
manfaat.
Karya ilmiah dihasilkan
dengan pemikiran sistematis, disusun dalam satu urutan yang teratur, sehingga
pembaca mudah memahami hasil tulisan tersebut. Hasil tulisan harus disusun pula
secara logis dan benar. Oleh karena itu, seseorang penulis karya ilmiah harus
memiliki landasan teori yang kuat. Landasan teori yang kuat akan dapat
memberikan tampilan karya ilmiah yang tidak menyimpang dari suatu disiplin
tertentu sehingga dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.
Kaidah karya ilmiah
mengutip pendapat Nasucha, dkk (2009:54) mempunyai ciri-ciri: (1) penyebutan
sumber tulisan yang jelas. Jika penyusunan karya ilmiah mengutip pendapat orang
lain, maka sumber kutipan itu harus disebutkan dengan jelas dan lengkap (2)
memenuhi kaidah penulisan yang berkaitan dengan kutip-mengutip, penulisan kata,
frasa dan kalimat yang sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia yang baik dan
benar.
Karya tulis ilmiah adalah tulisan yang disusun oleh
orang atau sekelompok orang (tim) yang melakukan penelitian atau kajian. Karya
ini mempunyai bertujuan menjelaskan secara akurat prosedur atau metode yang
berlaku dan menyajikan hasil dan metode, hasil dan pembahasan, kesimpulan,
serta daftar penelitian . Karya ini ditulis dengan format standard: abstrak,
pendahuluan, dan bahan pustaka.
B.
Aspek-aspek
Karya Ilmiah
Sebuah karya dikatakan ilmiah apabila dapat
dipertanggungjawabkan dan memenuhi syarat keilmiahannya.
Arti dipertanggungjwabkan
dalam hal ini mengandung makna sangat dalam. Sebuah karya ilimah harus
mengandung unsur-unsur kebenaran, kejujuran, keberterimaan dan kelogisan.
Ontology, epistimologi dan
aksiologi adalah aspek-aspek karya ilmiah yang harus ada. Ontology mencakup
tentang objek penelitian. Artinya sebuah karya ilmiah harus mempunyai objek
kajian. Objek kajian yang dimaksud adalah objek yang dapat dicek kebenarannya
oleh peneliti yang lain sehingga kebenarannya dapat dipertanggungjawabkan.
Selain itu objek kajian yang dimaksud dalam ontologi haruslah real dan siapa pun
dapat menganalisisnya.
Epistimologi berkaitan
dengan metode. Sebuah karya diaktakan ilmiah apabilah menggunakan metode ilmiah
yang tepat. Artinya kesalahan penggunaan metode akan membuat kebenaran sebuah
penelitian dipertanyakan. Metode yang diterapkan dalam penelitian ilmiah harus
disesuaikan dengan bidang kajian, sifat penelitian (deskriptif atau
perskriptif), dan lain-lain.
Selain mengandung aspek
antologi dan epistimologi, karya ilmiah harus mengandung aspek aksiologi. Aspek
aksiologi berhubungan dengan manfaat. Sebuah karya ilmiah harus mengandung
unsur manfaat. Manfaat yang dimaksud adalah manfaat secara teoritis maupun
sumbangan bagi keilmuan. Sedangkan manfaat praktis adalah manfaat yang
berkaitan dengan keberadaan karya tersebut dalam memperluas khazanah keilmuan
dan pengetahuan serta kemaslahatan manusia baik sebagai pembaca, pengajar, anak
didik, maupun masyarakat secara umum.
C.
Ciri-ciri
Karya Ilmiah
Sebuah karya ilmiah yang ditulis oleh seseorang
harus dapat dipertanggungjawabkan. Hal ini mengandung implikasi bahwa karya
ilmiah harus menggunakan bahasa keilmuan yang khusus sesuai dengan bidangnya,
agar apa yang dibahas dapat lebih terperinci dan mendalam. Ciri-ciri karya ilmiah yang
dikutip dari Suriasumati (1999:184) antara lain