Showing posts with label Bahasa Indonesia (Perkembangan Bahasa Indonesia). Show all posts
Showing posts with label Bahasa Indonesia (Perkembangan Bahasa Indonesia). Show all posts

Sunday, November 12, 2017

SEJARAH, FUNGSI, DAN KEDUDUKAN BAHASA INDONESIA

TOLERANSI  __&_
DISIPLIN
Toleransi merupakan sikap atau perbuatan yang menghargai perbedaan baik itu agama, suku, etnis, bahasa, sikap, dan pendapat orang lain yang berbeda dari dirinya. Disiplin merupakan tindakan yang menunjukkan perilaku tertib dan patuh pada berbagai ketentuan dan peraturan. Dalam hal berbahasa, kita senantiasa menghargai orang lain yang berbeda bahasa dengan kita. Pada hakikatnya, tidak ada satupun manusia yang bahasanya lebih baik daripada bahasa lainnya. Dalam hal disiplin berbahasa, mahasiswa harus mampu menggunakan bahasa yang sesuai dengan situasi dan kondisi

PERKEMBANGAN BAHASA INDONESIA

A. Sejarah Bahasa Indonesia
Bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar dan majemuk dengan berbagai suku, etnis, agama, dan juga bahasa. Allah telah memosisikan bahasa Indonesia sebagai penghubung dan pemersatu bangsa dari kemajemukan tersebut. Menyikapi kemajemukan yang ada, setiap pribadi diharapkan memiliki sikap toleransi atau menghargai perbedaan tersebut agar persatuan dan kesatuan tetap terjaga. Karena kedudukan bahasa Indonesia yang begitu penting, marilah kita jaga dan kita lestarikan bahasa Indonesia dengan cara disiplin bertutur menggunakan bahasa Indonesia.
Bahasa Indonesia yang kini dipakai sebagai bahasa resmi diIndonesia berasal dari bahasa Melayu. Hal ini ditandaskan dalam Kongres Bahasa Indonesia di Medan 1954.Pada hari Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928, diresmikan suatubahasa nasional, yaitu bahasa Indonesia. Nama baru ini bersifat politis,sejalan dengan nama negara yang diidam-idamkan.
Perkembangan bahasa Melayu menjadi bahasa Indonesia tidakterjadi dalam waktu yang singkat, tetapi mengalami proses pertumbuhansecara perlahan dengan perjuangan yang sangat keras.Beberapa faktor yang memungkinkan diangkatnya bahasa Melayumenjadi bahasa persatuan menurut Prof. Dr. Slamet Mulyana adalahsebagai berikut.
1.  Sejarah telah membantu penyebaran bahasa Melayu. Bahasa Melayumerupakan lingua franca (bahasa perhubungan / perdagangan) diIndonesia. Malaka pada masa jayanya menjadi pusat perdagangan danpengembangan agama Islam. Dengan bantuan para pedagang, bahasaMelayu disebarkan ke seluruh pantai Nusantara terutama di kota-kotapelabuhan. Bahasa Melayu menjadi bahasa perhubungan antarindividu. Karena bahasa Melayu itu sudah tersebar dan boleh dikatakan sudah menjadi bahasa sebagian penduduk, GubernurJenderal Rochusen kemudian menetapkan bahwa bahasa Melayu dijadikan bahasa pengantar di sekolah untuk mendidik calon pegawai negeri bangsa bumi putera.
2.  Bahasa Melayu mempunyai sistem yang sangat sederhana ditinjaudari segi fonologi, morfologi, dan sintaksis. Karena sistemnya yang sederhana itu, bahasa Melayu mudah dipelajari. Dalam bahasa initidak dikenal gradasi (tingkatan) bahasa seperti dalam bahasa Jawa atau bahasa Sunda dan Bali, atau pemakaian bahasa kasar dan bahasa halus.
3.  Faktor psikologi, yaitu bahwa suku Jawa dan Sunda telah dengansukarela menerima bahasa Melayu sebagai bahasa nasional, semata-matakarena didasarkan kepada keinsafan akan manfaatnya segera ditetapkan bahasa nasional untuk seluruh kepulauan Indonesia.
4.  Bahasa Melayu mempunyai kesanggupan untuk dipakai sebagai bahasa kebudayaan dalam arti luas.
Untuk mengikuti pertumbuhan bahasa Indonesia dari awal,terdapat fakta-fakta historis hingga sekarang sebagai berikut.

Semangat Kolaborasi Riset Membangun IKN Berbudaya: Desa Telemow Bersiap Menjadi Laboratorium Hidup Kearifan Lokal

  Penajam Paser Utara, 16 September 2024 – Gemuruh semangat pembangunan Ibu Kota Negara Nusantara di Kalimantan Timur bergema hingga ke pel...