TOLERANSI __&_
DISIPLIN
Toleransi merupakan sikap atau
perbuatan yang menghargai perbedaan baik itu agama, suku, etnis, bahasa, sikap,
dan pendapat orang lain yang berbeda dari dirinya. Disiplin merupakan tindakan
yang menunjukkan perilaku tertib dan patuh pada berbagai ketentuan dan
peraturan. Dalam hal berbahasa, kita senantiasa menghargai orang lain yang
berbeda bahasa dengan kita. Pada hakikatnya, tidak ada satupun manusia yang
bahasanya lebih baik daripada bahasa lainnya. Dalam hal disiplin berbahasa,
mahasiswa harus mampu menggunakan bahasa yang sesuai dengan situasi dan kondisi
PERKEMBANGAN
BAHASA INDONESIA
A.
Sejarah Bahasa Indonesia
Bangsa
Indonesia adalah bangsa yang besar dan majemuk dengan berbagai suku, etnis,
agama, dan juga bahasa. Allah telah memosisikan bahasa Indonesia sebagai
penghubung dan pemersatu bangsa dari kemajemukan tersebut. Menyikapi
kemajemukan yang ada, setiap pribadi diharapkan memiliki sikap toleransi atau
menghargai perbedaan tersebut agar persatuan dan kesatuan tetap terjaga. Karena
kedudukan bahasa Indonesia yang begitu penting, marilah kita jaga dan kita
lestarikan bahasa Indonesia dengan cara disiplin bertutur menggunakan bahasa Indonesia.
Bahasa
Indonesia yang kini dipakai sebagai bahasa resmi diIndonesia berasal dari
bahasa Melayu. Hal ini ditandaskan dalam Kongres Bahasa Indonesia di Medan
1954.Pada hari Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928, diresmikan suatubahasa nasional,
yaitu bahasa Indonesia. Nama baru ini bersifat politis,sejalan dengan nama
negara yang diidam-idamkan.
Perkembangan
bahasa Melayu menjadi bahasa Indonesia tidakterjadi dalam waktu yang singkat,
tetapi mengalami proses pertumbuhansecara perlahan dengan perjuangan yang
sangat keras.Beberapa faktor yang memungkinkan diangkatnya bahasa Melayumenjadi
bahasa persatuan menurut Prof. Dr. Slamet Mulyana adalahsebagai berikut.
1. Sejarah
telah membantu penyebaran bahasa Melayu. Bahasa Melayumerupakan lingua franca (bahasa perhubungan /
perdagangan) diIndonesia. Malaka pada masa jayanya menjadi pusat perdagangan
danpengembangan agama Islam. Dengan bantuan para pedagang, bahasaMelayu
disebarkan ke seluruh pantai Nusantara terutama di kota-kotapelabuhan. Bahasa
Melayu menjadi bahasa perhubungan antarindividu. Karena bahasa Melayu itu sudah
tersebar dan boleh dikatakan
sudah menjadi bahasa sebagian penduduk, GubernurJenderal Rochusen kemudian
menetapkan bahwa bahasa Melayu dijadikan
bahasa pengantar di sekolah untuk mendidik calon pegawai negeri bangsa bumi putera.
2. Bahasa
Melayu mempunyai sistem yang sangat sederhana ditinjaudari segi fonologi,
morfologi, dan sintaksis. Karena sistemnya yang sederhana itu, bahasa Melayu mudah dipelajari. Dalam
bahasa initidak dikenal gradasi (tingkatan) bahasa seperti dalam bahasa Jawa atau bahasa Sunda dan Bali,
atau pemakaian bahasa kasar dan bahasa halus.
3. Faktor
psikologi, yaitu bahwa suku Jawa dan Sunda telah dengansukarela menerima bahasa
Melayu sebagai bahasa nasional, semata-matakarena didasarkan kepada keinsafan
akan manfaatnya segera ditetapkan
bahasa nasional untuk seluruh kepulauan Indonesia.
4. Bahasa
Melayu mempunyai kesanggupan untuk dipakai sebagai bahasa kebudayaan dalam
arti luas.
Untuk
mengikuti pertumbuhan bahasa Indonesia dari awal,terdapat fakta-fakta historis
hingga sekarang sebagai berikut.