Ini semua mi orang yang nacari polisi
Saturday, June 7, 2014
Wednesday, June 4, 2014
CERPEN
SURAT
LUKA YANG TAK KUNJUNG SAMPAI
Yang Terhormat, Ayah
Di tempat.
Sekiranya
23 lembar kertas telah kusulap menjadi bola-bola yang bertebaran di lantai
kamarku. Semuanya ragu, jadi sebaiknya kudekap dalam kepalanku yang sudah
hampir kokoh. Lalu kutebar diatas ubin kamar sebagai saksi tentang hatiku. Kop
surat di atas adalah tulisan suratku untuk kertas yang ke-24, sekiranya sudah
cukup meyakinkan. Surat ini adalah untuk ayah, ayah yang pergi dan menikah
kembali dengan wanita lain. Tanpa kabar, tanpa nafkah. Sebenarnya ini adalah
luka. Luka yang berusaha kubisikkan lewat matamu. Jangan pernah palingkan
wajah, karena mungkin esok dipetang hari mungkin juga ayahmu pergi menghilang
entah kemana bersama wanita lain. Jadi, pesanku adalah rasakan bisikanku. Diam sejenak.
Fikirkan, apakah kata “yang terhormat” tepat untuk ayahku. Jika kamu berfikir
kata itu tidak tepat, maka kamu adalah hatiku. Tetapi, jika kamu berfikir tepat
atau bahkan kamu masih ragu, maka aku akan berbaik hati berdoa “Tuhan, beri dia
rasa apa yang aku rasakan”. Ternyata aku masih ragu.
Yang ................, Ayah
Di
tempat
Terhormat telah kuhapus, jadi
bola-bola kertas genap menjadi 24 bertebaran di atas ubin kamar sebagai saksi tentang
hatiku. Sekarang hanya tinggal kata “Yang................Ayah”. Kepalaku pening
karena dari tadi berusaha membuka lembaran-lembaran kisah di kepala, tetapi
tidak satupun yang dapat. Bahkan sketsa wajah dan aroma suaranya pun telah
meluluh. Jadi, saya sedikit ingin bertanya, ayahmu pasti sayang padamu?, kuat
untukmu?, nafas hidupmu? Senang rasanya
melihat kamu senang. Tapi, apakah pantas jika kutulis ayah di Kop lembaran
kertas surat ke-25 ini, ayah tidak pernah sayang padaku, tidak pernah kuat
untukku, tidak pernah menjadi nafas hidupku, bahkan wajahnya pun tidak ada
dalam kepalaku. Diam sejenak. Fikirkan, apakah kata “ayah” tepat untuk ditulis
disurat ini. Jika kamu berfikir kata itu tidak tepat, maka kamu adalah hatiku. Tetapi,
jika kamu berfikir tepat atau bahkan kamu masih ragu, maka aku akan berbaik
hati berdoa “Tuhan, beri dia rasa apa yang aku rasakan”. Ternyata aku masih
ragu.
Yang.................,..............
Di
tempat
Selalu berusaha untuk memberikan yang terbaik demi kemajuan diri sendiri, keluarga, masyarakat, bangsa, dan negara
CERPEN
BELENGGU
Karya
: Aziz Thaba
Kemarin, malam
ini, esok, atau jika Tuhan berkehendak seratus tahun lagi, aku masih tetap
sama. Ketika air mata menetes, kamu tidak meneteskan air mata. Kalau pun
menetes, mungkin hanya pura-pura belaka. Bagaimana bisa? Aku, kamu, dia, dan
mereka adalah berbeda. Kalian tidak mengerti!. Seringkali ketika aku
tersungkur, kamu datang memapah, mungkin seorang atau beberapa diantara kalian.
Lalu, kau mempermainkan lidahmu dengan kata-kata arif nan bijaksana. Kupingku
terasa panas, kepalaku terasa ingin pecah, dadaku sesak bak ingin memuntahkan
pijar-pijar murka yang lama terbelenggu. Ini aku, bukan kamu, dia atau mereka!.
Seringkali di tepi bibir mu terciprat suara dari selaksah peristiwa yang lalu.
Aku masih ingat ketika kamu berkata “sabar..., semua ini adalah kehendak
tuhan”. “Cihhh....” dalam hati, aku ringkih dengan celoteh itu. Aku bukan kamu,
dia, atau mereka. Jika kutanya, “maukah kamu merasakan apa yang aku rasa?”
dalam hatiku serapah “semoga kamu bisa menyaksikan ibumu terjatuh karena
pukulan bapakmu”. “Hmmm....tapi, mungkin hanya aku semata”.
Kemarin, malam
ini, esok, atau jika Tuhan berkehendak seribu tahun lagi, aku masih tetap sama.
Anak dari seorang wanita yang luka dan merana, malam kemarin, malam ini, dan
seribu malam yang akan datang. Tidak ada tangis di wajahnya, tapi aku tahu,
malam itu, bendungan hati ibu telah retak. Penghujung malam adalah sahabat hati
yang setia. Tanpa hujat dan mendengar penuh tegun, sedikit lubang antara kedua
pupil mengeja luka-luka yang kemarin, hari ini, dan jika tuhan berkehendak
seribu tahun yang akan datang. Rona ketika kamu datang kerumah reot siang tadi
masih jelas. Seringkali di tepi bibir mu terciprat suara dari selaksah peritiwa
yang lalu. Aku masih ingat ketika kamu berkata “sabar..., semua ini adalah
kehendak tuhan”. “Cihhh....” dalam hati, aku ringkih dengan celoteh itu. Aku
bukan kamu, dia, atau mereka. Jika kutanya, “maukah kamu merasakan apa yang aku
rasa?” dalam hatiku serapah “semoga kamu bisa menyaksikan ibumu menangis karena
bapakmu membawa pelacur murahan kerumahmu”. “Hmmm....tapi, mungkin hanya aku
semata”.
Kemarin, malam
ini, esok, atau jika Tuhan berkehendak seribu juta tahun lagi, aku masih tetap
sama. Seorang tetuah dari bocah yang mengeliat di antara plasenta rahim,
merasakan getirnya hati ketika sang induk perkasa menjamah harta orang lain.
Ini demi hidup gumpalan daging yang usianya dua bulan ditinggal sang bapak. Ini
adalah luka, luka ibu yang perih, lukaku. Tapi rupanya, masih ada anjing-anjing
sosial yang menakar luka itu dengan sebungkus kudapan hangat yang dijajahkan
diemperan-emperan rumah setiap pagi dan sore serupa diskusi menghardik ibu,
aku, dan saudaraku. Ini bukan karma, ini adalah rencana tuhan. Aku berusaha
untuk yakin, tetapi mereka menggerutu. Tuhan, titip seratus, seribu, atau
seribu juta tahun untukku. Aku tidak sabar menyaksikan mereka menangis
kegirangan menyaksikan luka yang dulu pernah ibu rasakan. “Tuhan..., tanamkan
padanya janin, lalu biarkan suaminya bersina dengan wanita lain, lalu merana
ditinggal pergi. Maka hari itu, lunaslah semua luka.
PUISI
UNTUK AYAH
Sketsa
Ayah
Karya : Aziz Thaba
Antara Ada dan Tiada
Antara Suka dan Duka
Antara Rindu dan Kebencian
Karena Ayah
Aku Malu
Aku Lelah
Aku Takut
Seribu Sukma Mati di Taman Surga
Karya : Aziz Thaba
Antara Ada dan Tiada
Antara Suka dan Duka
Antara Rindu dan Kebencian
Karena Ayah
Aku Malu
Aku Lelah
Aku Takut
Seribu Sukma Mati di Taman Surga
Selalu berusaha untuk memberikan yang terbaik demi kemajuan diri sendiri, keluarga, masyarakat, bangsa, dan negara
CERPEN
IBUKU SAYANG, IBUKU MALANG
Selalu berusaha untuk memberikan yang terbaik demi kemajuan diri sendiri, keluarga, masyarakat, bangsa, dan negara
Monday, June 2, 2014
STRATEGI THE KING
STRATEGI
THE KING
A. Pengetian Strategi
Dalam Kamus Besar
Bahasa Indonesia (KBBI, 2008:328) strategi diartikan sebagai rencana yang cermat mengenai kegiatan untuk mencapai sasaran atau
tujuan khusus. Disamping itu, Nata (2011, 205) menyatakan bahwa secara umum
strategi memiliki pengertian sebagai suatu garis-garis besar haluan untuk
bertindak dalam usaha mencapai sasaran yang telah ditentukan. Dihubungkan
dengan belajar mengajar, strategi dapat diartikan sebagai pola-pola umum
kegiatan guru dan anak didik dalam perwujudan kegiatan belajar mengajar untuk
mencapai tujuan yang telah digariskan.
Dengan demikian,
strategi pada intinya adalah langkah-langkah terencana yang bermakna luas dan
mendalam yang dihasilkan dari sebuah proses pemikiran dan perenungan yang mendalam
berdasarkan pada teori dan pengalaman tertentu. Sebagai contoh, Apakah strategi
yang tepat digunakan untuk menanggulangi rendahnya hasil belajar matematika
siswa? Untuk menetapkan strategi akan terjadi pembicaraan yang mendalam
diantara para pengambil kebijakan atas masalah tersebut. Sebagian berpendapat
bahwa strategi yang tepat digunakan untuk mengatasi masalah tersebut dengan
meningkatkan kuantitas atau lama belajar siswa selama disekolah. Yang lain juga
mungkin berpendapat bahwa untuk mengatasi masalah tersebut dapat dilakukan
dengan penerapan berbagai media, sumber, atau media pembelajaran. Namun yang
pasti, bahwa sebuah langkah atau kebijakan yang strategis adalah kebijakan yang
apabila dilakukan akan menimbulkan dampak positif yang berantai dan berjangka
panjang dan secara logika dapat diterima oleh semua orang.
Dengan demikian,
strategi bukanlah sembarangan langkah atau tindakan, melainkan langkah atau
tindakan yang telah dipikirkan dan dipertimbangkan baik buruknya, dampak
positif dan negatifnya dengan matang, cermat, dan mendalam. Dengan langkah yang
strategis akan menimbulkan dampak yang luas dan berkelanjutan. Oleh karena itu,
strategi dapat juga dikatakan sebagai langkah cerdas.
B. Strategi The King
1.
Pengertian
The King
Kata The
King berasal dari bahasa Inggris yang artinya “raja” atau “penguasa”.
Dilihat dari arti konotasinya, The King dapat
pula diartikan sebagai “yang terbaik” atau “paling jitu”. Seringkali The King diartikan sebagai “rumus
siluman”. The King merupakan strategi
mengajar dengan pengolahan bahan ajar yang dikemas secara jitu dan tepat
sasaran. Strategi ini diterapkan dengan tujuan mempermudah siswa dalam belajar
khususnya dalam memahami konsep yang dibelajarkan.
Strategi The King pertama kali diperkenalkan oleh Lembaga Bimbingan Belajar
Ganesha Operation. Strategi The King ini
dijadikan sebagai salah satu ikon penting lembaga bimbingan belajar tersebut.
Pada mulanya, strategi ini hanya disajikan dalam bentuk konsep-konsep terapan
yang disajikan dalam sebuah buku komplit The
King. Namun, dalam perkembangannya strategi ini dikembangkan dalam kegiatan
belajar mengajar.
Dalam kegiatan belajar mengajar, guru
dituntut memiliki kompetensi yang baik khususnya dalam hal visualisasi materi,
manajemen papan tulis, serta estetika penyajian The King. Ketiga kompetensi tersebut diuraikan sebagai berikut;
a.
Visualisasi materi
Materi
adalah perangkat utama pembelajaran. Materi merupakan isi pesan yang akan
diajarkan kepada peserta didik. Dengan materi, siswa akan dengan mudah
memecahkan permasalahan. Visualisasi materi merupakan cara penyampaian materi
atau bahan ajar oleh guru secara visual (ditulis atau diproyeksikan). Pada
prinsipnya, strategi The King
disajikan dengan padat dan menarik. Oleh karena itu, memvisualisasikan materi
dengan strategi The King harus
memperhatikan beberapa hal seperti; 1) pemakaian spidol yang berkaitan dengan
warnah tulisan. Ada tiga warna yang diwajibkan untuk digunakan oleh pengajar
yaitu hitam, merah, dan biru. Ketiga warna tersebut memiliki fungsi yang
berbeda-beda. Warna hitam digunakan untuk menuliskan atau memvisualkan isi
materi atau uraian dari bab atau sub bab yang disampaikan. Warna biru digunakan
untuk menuliskan bagian utama atau inti dari setip materi. Sedangkan warna
merah digunakan untuk memberikan tekanan pada hal yang biasanya ingin
dipertegas. 2) tulisan yang digunakan harus menarik, indah dipandang mata.
b.
Manajemen papan tulis
Papan
tulis adalah media yang digunakan untuk memvisualisasikan materi. Selain papan
tulis, sekarang ini juga banyak digunakan media visual lainnya seperti LCD (Licquid Cristal Display), TV, atau
perangkat alat peraga. Berkaitan dengan penggunaan papan tulis, guru dituntut
untuk mampu mengelolah papan dengan efektif dan efisien. Mengolah papan tulis
yang dimaksud seperti membagi tempat menulis di papan tulis menjadi dua hingga
empat bagian, menulis materi sesuai pada urutannya. Hal ini dimaksudkan agar
materi tersaji secara sistematis. Dengan demikian, siswa dengan mudah memahami
materi.
c.
Estetika penyajian The King
Bukan
hanya visualisasi materi dan manajemen papan tulis saja yang harus diperhatikan
jika strategi The King ini
diterapkan, tetapi juga estetika penyajian dari cara jitu memahami konsep atau
materi pelajaran. Estetika penyajian The
King adalah aturan tentang nilai keindahan yang harus diterapkan. Hal ini
dimaksudkan sebagai upaya menambah minat belajar, motivas, dan menarik
perhatian siswa. karena pada dasarnya siswa gemar dengan hal yang indah dan
menarik. Penyajian The King dengan
pola-pola unik seperti persegi empat bayang-bayang dengan tambahan gambar hati,
pola kupu-kupu, buah, atau bentuk-bentuk menarik lainnya.
2.
Prinsip-Prinsip
Pembelajaran dengan Strategi The King
Berkaitan dengan tugas guru, terdapat
sejumlah prinsip yang harus dipedomani dalam penerapan strategi ini yaitu;
a.
Guru yang membuat desain strategi
intruksional tersebut harus memandang siswa atau peserta didik sebagai partner yang memiliki asas emansipasi
diri menuju kemandirian.
b.
Guru harus memiliki asumsi bahwa peserta
didik yang mengikuti kegiatan proses pembelajaran memiliki latar pengalaman,
kemampuan dan pegetahuan awal dalam proses pembelajaran.
c.
Dalam menyusun strategi, seorang guru
harus mempertimbangkannya dengan matang.
d.
Guru harus memandang bahwa kegiatan
belajar mengajar adalah tindakan pembelajaran di kelas dan lainnya dengan
menggunakan bahan ajar tertentu.
e.
Proses belajar merupakan hal yang
dialami oleh peserta didik serta suatu respon terhadap segala acara
pembelajaran yang diprogramkan oleh guru. Dalam proses belajar tersebut, guru
meningkatkan kemampuan-kemampuan kognitif, afektif, dan psikomotoriknya.
f.
Guru harus memandang bahwa perilaku
peserta didik adalah hasil dari proses belajar. Perilaku tersebut dapat berupa
perilaku yang tidak dikehendaki dan yang dikehendaki. Perilaku yang dikehendaki
tersebut harus diperkuat dengan melakukan pengulangan, praktik atau latihan, drll, aplikasi, dan sebagainya.
g.
Guru harus memandang bahwa hasil belajar
adalah suatu puncak proses belajar. Hasil belajar tersebut terjadi berkat
evaluasi guru dan memiliki dampak langsung dari pengajaran dan dampak
pengiring. Kedua dampak tersebut bermanfaat bagi guru dan peserta didik.
h.
Setelah peserta didik lulus berkat hasil
belajarnya, maka peserta didik menyusun program belajarnya sendiri yang
selanjutnya mengarah pada terciptanya proses belajar sepanjang hayat menuju
terciptanya masyarakat belajar (learning
sosiety).
3.
Menerapkan
Strategi The King dalam Pembelajaran
Pembelajaran dengan menerapkan strategi The King dapat dilakukan dengan langkah-langkah
sebagai berikut;
a.
Guru merumuskan materi dan cara jitu
memahami materi tersebut. Merumuskan materi berarti menentukan pokok-pokok
materi inti yang harus dipahami oleh siswa.
b.
Guru merancang kelas belajar dengan
jumlah siswa maksimal 20 orang siswa. namun, jika kondisi tidak memungkinkan,
jumlah siswa dapat lebih dari jumlah tersebut. Namun guru dituntut lebih aktif
dan tanggap dengan jumlah yang relatif banyak.
c.
Guru membagi siswa menjadi lima
kelompok. Masing-masing kelompok memperoleh soal atau permasalahan yang
dirancang oleh guru.
d.
Guru memiliki peran sentral dalam
pembelajaran. Guru menjelaskan materi secara singkat, padat dan jelas dengan
bantuan The King.
e.
Siswa diwajibkan memiliki pertanyaan
sekaitan dengan materi yang diajarkan.
f.
Siswa melakukan simulasi pemecahan
masalah atas bimbingan guru.
g.
Break,
guru memberikan motivasi dalam belajar. Melakukan pendekatan secara emosional
kepada siswa dengan memberikan bantuan The
King secara intensif.
h.
Siswa melaporkan hasil kerja didepan
kelas.
i.
Guru meminta siswa untuk membuat rumus
jitu tersendiri selain dari rumus jitu yang diberikan oleh guru. Hal ini
dimaksud untuk menilai apakah siswa memiliki inisiatif berfikir untuk lebih
mudah memahami konsep dengan rumus dan pemikiran mereka sendiri.
j.
Guru memberikan apresiasi baik berupa
pujian atau pemberian hadiah.
Selalu berusaha untuk memberikan yang terbaik demi kemajuan diri sendiri, keluarga, masyarakat, bangsa, dan negara
Subscribe to:
Posts (Atom)
Semangat Kolaborasi Riset Membangun IKN Berbudaya: Desa Telemow Bersiap Menjadi Laboratorium Hidup Kearifan Lokal
Penajam Paser Utara, 16 September 2024 – Gemuruh semangat pembangunan Ibu Kota Negara Nusantara di Kalimantan Timur bergema hingga ke pel...
-
PENGERTIAN STILISTIKA Stilistika ( stylistic ) menurut Ratna (2009: 1) adalah ilmu tentang gaya, sedangkan stil ( style ...
-
Secara etimologis, puisi berasal dari bahasa Yunani poeima yang memilki makna membuat, poeisis yang berarti pembuatan, atau poeitis yan...
-
Etnolinguistik mengkaji semantik meliputi kajian semantik leksikal, semantik gramatikal, dan semantik kultural (Andini 2017) . Menurut kon...

